1.
Deskriptip. Yaitu dimana objek yang dinilai adalah sikap dan perilaku
manusia dalam mengejar tujuan
hidupnya sebagaimana adanya. Nilai
dan pola perilakunya sebagaimana tercermin dalam situasi dan kondisi yang telah
membudaya di masyarakat secara turun temurun.
2.
Etika Normatif. Yaitu sikap dan prilaku
manusia atau masyarakat sesuai dengan norma dan moralitas yang ideal. Etika ini
secara umum dinilai memenuhi tuntunan dan perkembangan dinamika serta kondisi
masyarakat. Ada tuntunan yang
menjadi acuan bagi
umum atau semua
pihak dalam menjalankan
kehidupan.
3.
Etika Deontologi. Yaitu etika yang
dilaksanakan dengan didorong oleh kewajiban untuk berbuat baik terhadap orang
atau pihak lain dari prilaku kehidupan. Bukan dilihat dari akibat dan tujuan
yang ditimbulkan oleh sesuatu kegiatan atau aktivitas. Sesuatu aktivitas
dilaksanakan karena ingin berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau pihak lain
secara sepihak.
4.
Etika Teleologi. Yaitu yang diukur dari apa tujuan yang dicapai oleh pelaku kegiatan.
Aktivitas akan dinilai
baik jika bertujuan baik. Artinya sesuatu yang akan dicapai adalah
sesuatu yang baik dan mempunyai akibat yang baik. Baik ditinjau dari
kepentingan pihak terikat maupun dilihat dari kepentingan semua pihak. Dalam
etika ini dikelompokan dua macam yaitu:
Egoisme
yaitu etika baik menurut pelaku saja, sedangkan menurut yang lain mungkin tidak
baik. Sedang etika yang lain adalah Utilitarianisme, yaitu etika yang baik bagi
semua pihak. Artinya semua pihak baik
yang terikat langsung maupun tidak langsung akan menerima pengaruh yang baik.
5.
Etika Relatifisme. Yaitu
etika yang dipergunakan dimana mengandung perbedaan kepentingan
antara kelompok parsial dan kelaompok universal atau global. Etika ini hanya
berlaku bagi kelompok parsial, misalnya etika
yang sesuai dengan
adapt istiadat local,
regional dan konvensi,
dll.
Dengan demikian
tidak berlaku bagi
semua pihak atau
masyarakat yang bersifat global