Senin, 16 November 2015

Teori relativisme


Apakah yang dimaksud dengan Relativisme? Relativisme adalah paham yang menganut kebenaran menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain. Relativisme menganut suatu kebenaran tidak selalu berlaku pada semua orang di segala tempat dan waktu (kebenaran bersifat relatif). Sebaliknya Kebenaran Mutlak berlaku pada setiap orang di segala tempat dan waktu. Paham Relativisme tidak setuju dengan Kebenaran Mutlak / Absolut.
Ketika ada orang yang berteriak ”tidak ada yang mutlak”, bukankah orang tersebut menggunakan kemutlakan untuk menyatakan ”tidak ada yang mutlak” sehingga orang tersebut tidak konsisten di dalam sikapnya. Dan sebaliknya jika orang tersebut tidak memutlakan pernyataan ”tidak ada yang mutlak”, maka pernyataan tersebut pun tidak mutlak dipercaya oleh dirinya sendiri sehingga ada keragu-raguan didalam pernyataannya tersebut. Oleh karena itu di dalam konsep Relativisme kita menemukan inkonsistensi yang merupakan Self Defeating Factor pada paham tersebut.
Paham Realtivisme bisa menyatakan dua hal yang berkontradiksi dapat dikatakan keduanya benar karena kebenaran adalah relatif. Sebagai contoh jika ada ajaran A yang mengatakan Tuhan itu ada dan ajaran B yang menyatakan tidak ada Tuhan, maka paham Relativisme dapat membenarkan kedua ajaran tersebut sehingga ini merupakan suatu hal yang irasional karena kedua hal yang berkontradiksi tidak mungkin keduanya benar.
Paham Relativisme ini sangat disukai oleh banyak orang terutama di zaman ini yaitu zaman Postmodern karena setiap manusia memiliki ego untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Manusia pada zaman ini mempunyai semangat ingin menjadi tuhan atas dirinya sendiri. Sehingga jika orang berbuat dosa tidak ada yang dapat / boleh menilai orang itu salah atau tidak dengan demikian orang akan semakin suka berbuat dosa dan dosa akan semakin meluas di dalam setiap bidang kehidupan. Akibat meluasnya paham ini, dunia cepat atau lambat akan kehilangan kontrol dan semakin rusak. Sebagai contoh pernikahan sesama jenis kelamin, bukankah sudah dilegalkan di beberapa negara, dan mungkin saja dalam beberapa waktu ke depan ada legalisasi pernikahan antara manusia dengan binatang karena manusia telah kehilangan arah yang benar.
Tuhan Yesus Kristus berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” sehingga sesungguh nya di dunia ini terdapat Kebenaran Mutlak yaitu Allah itu sendiri. Tuhan Allah sebagai pencipta alam semesta termasuk manusia telah menyatakan Kebenaran-Nya kepada seluruh umat manusia di dalam bentuk Wahyu supaya manusia mengerti kebenaran yang sejati. Namun karena manusia telah jatuh di dalam dosa maka sulit untuk mengerti kebenaran yang sejati yang berasal dari Allah yang Mahakudus dan Mahatahu. Sehingga manusia yang merupakan ciptaan yang terbatas dan sudah dicemari oleh dosa tidak dapat sepenuhnya merespons Wahyu Tuhan Allah secara benar. Dengan demikian jika manusia sudah merasa dirinya dengan benar merespons Wahyu Allah maka kebenaran ini bersifat kebenaran relatif. Kebenaran Relatif harus diuji dengan Kebenaran Mutlak apakah bertentangan atau tidak.

Kebenaran Mutlak telah diwahyukan Allah melalui Alkitab sehingga kita perlu dengan rendah hati di dalam pimpinan Tuhan untuk belajar  mengerti dan taat pada Kebenaran tersebut supaya kita tahu mana yang benar dan salah dengan demikian kita dapat hidup bertanggung jawab di hadapan Allah dan menjadi terang terhadap sesama manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar